Kisah Si Bodoh Adam Khoo yang Menjadi Orang Sukses

Adam-KhooJika anda berfikir bahwa orang bodoh tidak akan pernah dapat berubah dan menjadi sukses seperti Herry Beng Koestanto, sebaiknya anda mulai memikirkannya kembali.

Menjadi orang sukses tidak selamanya harus menjadi orang rajin. Hal ini telah sukses di buktikan oleh pengusaha asal Singapura yang bernama Adam Khoo yang telah memiliki 4 bisnis yang beromzet sebesar US$20juta.

Adam Khoo sejak SD sebenarnya merupakan seorang anak laki – laki yang sangatlah malas untuk bersekolah. Setiap harinya, dirinya hanya bermain game dan menonton televisi. Hal ini tentu membuat Adam selalu mendapatkan nilai yang jelek di setiap mata pelajarannya. Keadaan ini pun membuat Adam akhirnya sangat membenci sekolah, membenci belajar, dan membenci para guru-gurunya.

Pada waktu dirinya kelas 3 SD, ia dikeluarkan dari sekolah dan pindah ke sekolah lain. Pada saat itu, Adam Khoo terlihat sangat tidak memperdulikan masa depannya. Ketika dirinya masuk SMP pun ia ditolak oleh 6 sekolah dan akhirnya masuk ke sekolah yang terjelek di Singapura pada saat itu. Siswa – siswanya pun bukan siswa pilihan terbaik. Dari sekian siswa yang kurang pandai, Adam Khoo termsuk siswa yang paling bodoh. Dari 160 siswa yang ada di sekolah itu, Adam Khoo berada pada peringkat 10 terbawah.

Pada umur 13 tahun, Adam Khoo dikirim ke Super-Teen program yang diajari oleh Ernest Wong yang memakai teknologi Accelerated Learning, Neuro Linguistic Programming (NLP) dan Whole Brain Learning. Pada saat itu, Ernest Wong mengatakan “Satu-satunya hal yang bisa menghalangi kita adalah keyakinan yang salah serta sikap yang negative.” Kata kata itu membuat keyakinan Adam Khoo menjadi berubah.

Setelah mengikuti Super-Teen, untuk pertama kalinya Adam Khoo memiliki prinsip untuk mendapatkan nilai A di semua pelajarannya. Hal lain yang menjadi tujuan Adam Khoo adalah masuk Victoria Junior College (SMA terbaik di Singapura) dan masuk National University of Singapore serta menjadi murid terbaik disana.

Dalam waktu 3 bulan setelah mengikuti program tersebut, Adam Khoo berhasil menaikkan rata-rata nilainya menjadi 70. Dalam satu tahun, dirinya naik menjadi peringkat 18 dari 160 siswa dan ketika lulus SMP, dia menduduki ranking 1 dengan nilai Ebtanas murni A untuk semua 6 mata pelajaran yang diujikan. Keadaan tersebut akhirnya membuat dirinya berhasil masuk ke Victoria Junior College dan mendapatkan nilai A dari 3 mata pelajaran yang ia jadikan pelajaran favorit. Selain sukses masuk ke SMA favorit di Singapura, dirinya juga sukses masuk ke Universitas favorit di sana. Di Universitas itu, Adam dimasukkan ke NUS Talent Development Program. Program ini adalah program yang diberikan kepada TOP 10 mahasiswa yang dianggap jenius.

Kisah Adam Khoo diatas tentu membuat kita berfikir bahwa selama ada niat untuk berubah, hal tersulit pun dapat kita lakukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s