Ketahui Resiko Tidur Kurang Dari 6 Jam Setiap Malam

A man sleeping
A man sleeping

Setelah beraktivitas selama seharian, tubuh pun harus diistirahatkan dengan rentang waktu yang cukup. Selain memulihkan tenaga, istirahat atau tidur setelah beraktivtas menjadi sebuah kebutuhan krusial yang tidak bisa di tawar lagi bagi setiap orang.

Tidur haruslah dilakukan dengan bijak, selain menggunakan kasur kesehatan dari American Pillo, waktu yang dibutuhkan untuk tidur juga harus 6 – 7 jam perharinya. Waktu tersebut termasuk ideal dan harus dilakukan setiap hari. Namun, bagaimanakah jika seseorang kekurangan waktu tidur dan melakukannya dibawah 6 jam?

Sebuah studi di Korea melaporkan bahwa jika seseorang menjalani tidur kurang daru enam jam setiap harinya, maka cenderung memiliki tingkat resiko lebih tinggi dalam menderita beberapa penyakit mulai dari diabetes, penyakit jantung, hingga stroke.

Beberapa penyebab yang menjadikan seseorang terkena penyakit tersebut adalah karena tingginya gula darah, kolesterol yang tinggi, tekanan darah menjadi naik, lemak yang tertimbun dalam tubuh, dan melemahnya sistem metabolisme karena tubuh kurang mendapatkan waktu istirahat yang tercukupi.

Menurur Dr Jang Young Kim dari Universitas Yonsei di Korea Selatan, seseorang dengan kebiasaan tidur singkat harus menyadari resiko sindrom metabolik. Dimana sindrom ini dapat menyebabkan mereka menderita penyakit kronis yang mengancam nyawanya.

Dr Kim bersama dengan timnya kemudian mengawasi sekitar 2.600 orang dewasa selama lebih dari dua tahun. Mereka kemudian menemukan bahwa sebanyak 41% peserta memiliki setidaknya enam jam tidur dan sisanya tidak. Peserta yang memiliki waktu tidur selama enam jam, lebih mungkin mengalami sindrom metabolik dibandingkan mereka yang memiliki jam tidur diatas 6 jam.

Selain penelitian yang dilakukan di Korea Selatan, beberapa survei yang sudah di lakukan beberapa tahun belakangan ini juga menunjukan angka yang signifikan terhadap mereka yang memiliki jam tidur lebih sedikit.

Pada survei yang dilakukan Jurnal Sleep, ditemukan bahwa rata-rata dalam kurun waktu 2.6 tahun, sekitar 560 orang atau 22% dari peserta yang dilakukan pada survei ini mengalami peningkatan sindrom metabolik. Dengan kata lain, sebanyak 560 memiliki resiko lebih besar terkena penyakit mematikan yang disebabkan oleh kurangnya jam tidur.

Dengan melihat begitu banyaknya survei yang dilakukan tentang betapa berbahayanya kekurangan tidur, kita mestinya sadar dan mulai berbenah diri dalam mengatur pola tidur. Sesibuk apapun kita, sempatkanlah tidur yang cukup agar lebih sehat, segar, bugar dan konsentrasi pun lebih tinggi.

Jauh dari pada itu, dengan menjalani pola tidur yang cukup, kita juga terhindar dari penyakit mematikan seperti yang sudah dijelaskan diatas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s