Film Soekarno Mendapat 4 Serangan Hukum

soekarno

 

Kabar yang baru-baru ini sedanga hangat dalam dunia perfilman adalah film bioskop asal Indonesia “Soekarno” film ini di sutradarai oleh sudradara kondang yaitu Hanung Bramantyo, dalam penayangan film ini banyak menungkan kontroversi dari film ini, pasalnya pihak keluarga dari Soekarno ini menilai film ini melenceng dengan fakta yang sebenarnya.

Film ini rencanannya di buat untuk menjelang prloklamasi kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus, film ini di produksi MVP Picture yang di tayangkan pada bulan Desember 2013, pada beberpa hari tayang di bioskop film ini pun mendapatkan protes keras dari Rachmawati Soekarnoputri. Putri dari Soekarno itu langsung memberikan protes kepada rumah produksi Multivision Plus, namun dari pihak rumah produksi tersebut pun masih menayangkan film ini di bioskop-bioskop seluruh Indonesia yang dapat di pesan dengan undangan online.

Karena adanya masalah ini membuat film ini sangat di gemari oleh pengunjung bioskop dan malah menambah layar sampai 145 layar. Melihat hal ini putri Soekarno sampai mengajukan laporannya ke pengadilan niaga Jakarta Pusat yang di urus oleh tim kuasa hukkumnya, menurut putri dari Soekarno ini menilai film Soekarno ini melenceng dari kenyataannya sejarahnya.

Dengan melakukan klarifikasi bersama tim dari rumah produksi Multivision Plus menjelaskan mengenai kisruh yang sedang terjadi di dalam dunia perfilman, dari pihak Rachmawati Soekarnoputri juga sudah memeiliki hukum yang kuat dalam menuntut sutradara Hanung Brahmantyo.

Padalah pada pembuatan film ini mereka berdua melakukan kejasama pembutan film, pihak keluarga Soekarno yang menjelaskan alur cerita sejarah perjalanan dari kisah Soekarno dan Hanung Brahmantyo sebagai sutradaranya yang akan membuat dan menayangkan film ini di layar lebar bioskop. Namun konflik tersebut menadi semakin rumit ketika sudah tayangnnya film Soekarno itu di layar lebar bioskop, yang menunjukan jalan cerita dari film tersebut tidak sesuai kenyataan sejarahnya yang terjadi. Pihak dari keluarga Soekarno sempatmeminta untuk menghentikan penayangan dari film ini di bioskop.

Masukan dari para pengunjung bioskop yang sudah menonton fil tersebut berkata, ada beberapa pandangan masyarakat dan umat islam yang berbeda, dan film ini juga menunjukan bahwa poligami itu di larang oleh agama dan agak liberal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s